Integrasi Jaringan Perawatan Kesehatan Primer melaluiPeningkatan Kualitas Layanan, Penguatan Kebijakan yang Mendukung, dan Memperkuat Kerangka Institusional Di Provinsi Sumatera Utara dan Banten (INTEGRASI)
/in /by AdminUraian
Pendekatan Public Health Care (PHC), menurut WHO (2022), berfungsi sebagai batu penjuru bagi Universal Health Coverage (UHC), memungkinkan negara untuk mengoptimalkan tingkat dan distribusi yang adil dari kesehatan masyarakat dan kesejahteraan. Ini dicapai dengan memfokuskan pada kebutuhan dan preferensi individu dan komunitas sejak dini dan sepanjang siklus hidup layanan.
Mulai tahun 2023, Kemenkes telah melakukan uji coba Integrated Public Helath Care (I-PHC) dengan merevitalisasi peran Posyandu dan Puskesmas di 9 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Uji coba ini mencakup tiga elemen dasar I-PHC: 1) Memberikan layanan sepanjang siklus hidup; 2) Meningkatkan aksesibilitas layanan di tingkat masyarakat, dengan fokus kuat pada tindakan promosi dan preventif; 3) Melaksanakan PWS melalui dashboard tingkat desa dan kunjungan rumah. Selama 3 tahun ke depan, Kemenkes berencana untuk memperluas program I-PHC untuk mencakup 40 kabupaten/kota.
Yayasan Penabulu mengidentifikasi tantangan potensial yang mungkin timbul selama pengembangan dan implementasi program I-PHC. Tantangan-tantangan ini meliputi berbagai area, termasuk kebijakan dan regulasi, peran lintas sektor, fasilitas dan infrastruktur, sumber daya manusia, manajemen dan penyajian data, pemberdayaan individu, partisipasi masyarakat, dan integrasi dalam sistem pengembangan desa.
Yayasan Penabulu, dengan dukungan dari USAID, akan melaksanakan proyek INTEGRASI untuk mendukung Kemenkes dalam mencapai tujuan meningkatkan status kesehatan warga Indonesia dalam sistem kesehatan yang adil dan tangguh. Proyek ini bertujuan untuk membantu Pemerintah Indonesia dalam meningkatkan sistem PHC nasional dan sub-nasional. Ini akan dilakukan dengan memberikan bantuan teknis yang strategis, responsif, dan terkoordinasi untuk mengembangkan, mengimplementasikan, dan menginnovasi reformasi yang mengarah pada peningkatan hasil kesehatan bagi warga Indonesia sepanjang siklus hidup mereka.
Melalui kegiatan 5 tahun, INTEGRASI akan beroperasi di 20 kabupaten/kota di Sumatera Utara, Banten, dan potensial di provinsi lain sesuai kesepakatan dengan USAID dan pemangku kepentingan utama. Untuk mendukung tiga elemen kunci I-PHC, INTEGRASI menggunakan dua jalur intervensi: 1) memperkuat Posyandu dan kader di bawah kerangka kepemimpinan desa dan 2) memperluas jangkauan layanan Puskesmas melalui pendirian/revitalisasi Pustu di bawah kerangka layanan kesehatan yang disediakan oleh Dinkes kabupaten/kota. Proyek ini bertujuan untuk mencapai setidaknya tiga IR untuk memenuhi tujuannya, yang meliputi meningkatkan akses berkelanjutan terhadap pengiriman layanan berkualitas sepanjang kontinum perawatan/siklus hidup, meningkatkan pembelajaran I-PHC untuk peningkatan program dan kebijakan, dan meningkatkan manajemen dan kinerja sistem kesehatan untuk memungkinkan dan mempertahankan I-PHC di Indonesia.
INTEGRASI akan mengatasi tantangan yang diidentifikasi oleh Yayasan Penabulu dalam mengimplementasikan model I-PHC, dengan fokus khusus pada tantangan yang terkait dengan peran masyarakat sipil. Proyek INTEGRASI bertujuan untuk mendukung Pemerintah Indonesia dalam meningkatkan sistem perawatan kesehatan primer nasional/sub-nasional. Ini mencapai tujuan ini melalui bantuan teknis yang strategis, responsif, dan terkoordinasi untuk mengembangkan, mengimplementasikan, dan menginnovasi reformasi yang mengarah pada peningkatan kesehatan bagi warga Indonesia sepanjang siklus hidup mereka
Pendukung Program
Program ini didukung oleh USAID berdasarkan Perjanjian Kerjasama No. 72049724CA00002, periode 7 Maret 2024 – 6 Maret 2029 dengan total dukungan dana sebesar USD. 15.000.000, Lokasi kerja Provinsi Sumatra Utara dan Banten
Community-based Forest Management and Improved Livelihood of IPLCs (CISU IPLC)
/in /by AdminUraian
Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) menghadirkan proyek terbaru, “Community-based Forest Management and Improved Livelihood of IPLCs” (CISU IPLC), sebuah inisiatif yang dilaksanakan dengan dukungan kokoh dari Save the Orangutan (StO) dan pendanaan yang disediakan oleh Civilsamfund I Udvikling (CISU) Denmark. Proyek ini dirancang untuk mengatasi isu kompleks pengelolaan sumberdaya hutan oleh masyarakat tradisional di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah dan Timur.
Dalam pelaksanaannya, proyek ini melibatkan 19 desa/komunitas yang tersebar di tiga area program, yakni Kabupaten Katingan, Kabupaten Kapuas, Kabupaten Barito Selatan, dan Kabupaten Kutai Timur. Masing-masing area program, seperti Program Nyaru Menteng, Program Rehabilitasi Habitat Orangutan (PRHO), dan Program Konservasi Mawas, diarahkan untuk mencapai hasil yang optimal sesuai dengan konteks lokal masing-masing.
Obyektif utama dari proyek ini adalah meningkatkan kapasitas masyarakat adat dan komunitas lokal dalam advokasi berbasis hak, penerapan penghidupan berkelanjutan, serta penguatan kapasitas mitra untuk berkolaborasi secara strategis dengan integrasi konservasi dan pembangunan. Evaluasi rutin akan menjadi sarana penting untuk memastikan pencapaian tujuan, mengidentifikasi hambatan, dan menyusun rekomendasi perbaikan yang memadai.
Dalam proyek ini Yayasan Penabulu terlibat sebagai mitra konsultan yang berkerja sama dengan Yayasan Penyelamatan Orangutan Borneo (Yayasan BOS) untuk membantu mengevaluasi proyek CISU IPLC dengan tujuan dilakukan untuk;
- Menilai pencapaian program dari program dan dampak yang ditimbulkannya dengan mengacu dan membandingkannya terhadap kerangka logis program.
- Mengidentifikasi tantangan dan hambatan termasuk respons program untuk mengatasinya, serta strategi keberlanjutan program.
- Mengindentifikasi praktik baik dan lesson learn untuk perbaikan pelaksanaan program.
Pendukung Program
Program ini didukung oleh Yayasan Penyelamatan Orangutan Borneo (Yayasan BOS), berdasarkan dokumen Surat Perjanjian Kerjasama No.003 /YBOS/ME/I/2024, periode 30 Januari 2024 – 04 Maret 2024 dengan total angaran IDR. IDR 100.000.000-, lokasi kerja Kalimantan Tengah dan Timur
Strengthen Civic Space and Enhance the Enabling Environment and Capacity of Networked Local CSOs To Promote a Just and Inclusive Green Transition in Indonesia (CO-EVOLVE 2)
/in /by AdminUraian
Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah mengalami penyusutan ruang sipil yang mengancam demokrasi dan hak-hak sipil. Fenomena ini telah memberikan tekanan serius terhadap peran masyarakat sipil, terutama LSM, dalam menjalankan fungsi mereka. Kondisi tersebut diperparah oleh berbagai faktor, termasuk tekanan dari pemerintah yang membuat perizinan sulit, merusak reputasi, dan menutup akses pendanaan bagi LSM. Tidak hanya itu, penurunan dukungan dana dari lembaga donor internasional dan kurangnya konsolidasi jaringan advokasi turut memperburuk situasi. Pandemi Covid-19 juga telah mengekspos kelemahan yang ada, termasuk kapasitas yang terbatas dalam menghadapi tantangan digital.
Dalam keadaan di mana ruang sipil semakin menyusut dan kesenjangan politik semakin melebar menjelang tahun politik mendatang, LSM lokal Indonesia berjuang untuk menjalankan mandat mereka. Tanpa intervensi yang terstruktur, demokrasi Indonesia diprediksi akan terancam, dan keadilan semakin menjauh dari impian masyarakat.
Uni Eropa melalui Program Tematik Organisasi Masyarakat Sipil memberikan bantuan pendanaan untuk memperkuat peran LSM dalam dialog kebijakan, reformasi tata kelola pemerintahan, dan pembangunan, mendorong masyarakat sipil yang inklusif, berdaya, dan mandiri, serta mempertahankan ruang demokrasi di Indonesia.
Fokus utama dari projek ini adalah meningkatkan kapasitas jaringan LSM lokal dalam menghadapi tantangan seperti kemiskinan, ketimpangan, serta mempromosikan transisi hijau yang adil dan inklusif. Harapannya, upaya ini akan memberikan kontribusi signifikan pada Program Indikatif Multiannual CSO 2021-2027, membantu mencapai tujuan khusus yang telah ditetapkan.
Pendukung Program
Program ini didukung oleh European Commission berdasarkan kerjasama NDICI CSO / 2023 / 451-773, periode 1 Januari 2024 – 31 Desember 2027 dengan total dukungan dana sebesar EUR. 2.105.263,16
PR Komunitas untuk Eliminasi TB di Indonesia 2024-2026
/in Program Berjalan /by AdminUraian
Di Indonesia, penanganan masalah Tuberkulosis (TB) telah menjadi fokus utama bagi pemerintah dan lembaga internasional. Strategi Akhir TB yang ambisius menetapkan target pengurangan kematian akibat TB hingga 90% pada 2030 dan insiden TB hingga 80% pada 2035 dibandingkan dengan data tahun 2015. Namun, data WHO 2019 menunjukkan bahwa Indonesia masih berada di antara 30 negara dengan beban TB tertinggi di dunia. Insiden TB pada 2018 mencapai 316 per 100.000 penduduk, dengan sekitar 845.000 kasus yang tercatat, sementara kematian mencapai sekitar 93.000 kasus.
Upaya penanganan TB tak hanya berfokus pada angka, melainkan juga pada kelompok rentan seperti usia produktif, lansia, dan perbedaan gender. Dalam keterlibatan ini, desentralisasi layanan menjadi fokus utama untuk memastikan akses ke seluruh lapisan masyarakat, termasuk di daerah terpencil. Kementerian Kesehatan telah merumuskan peta jalan eliminasi TB hingga 2030 dengan memanfaatkan model epidemiologi sebagai panduan untuk mencapai tujuan tersebut.
Program pengendalian TB didukung oleh Dana Global Fund dan RSSH Innovating Fund, yang menjadi pilar penting bagi layanan di 514 kabupaten serta 229 kabupaten dengan beban TB tinggi. Kolaborasi dengan sektor swasta juga ditekankan dalam upaya memperluas layanan, terutama melalui program PPM di 81 kota dan distrik yang menjadi prioritas. Kolaborasi dengan penerima utama seperti Kementerian Kesehatan dan Konsorsium Komunitas Penabulu-STPI menjadi bagian integral dari implementasi program ini.
Program hibah IDN-T-PBSTPI yang terfokus pada investigasi kontak, terapi preventif, penyuluhan komunitas, dan dukungan bagi pasien TB yang rentan menjadi langkah konkret dalam menjaga komitmen terhadap eliminasi TB. Diharapkan, melalui langkah-langkah komprehensif ini, Indonesia dapat mengarahkan upayanya menuju eliminasi TB dengan lebih efektif dalam beberapa tahun ke depan.
Pendukung Program
Program ini didukung oleh The Global Fund berdasarkan Kerjasama IDN- T- PBSTPI No. 3464, periode 1 Januari 2024 – 31 Desember 2026 dengan total dukungan dana sebesar USD 32.829.000.
Responsive and Adaptive Hub to Increase the Effectiveness of Packard’s CSO Partners in Indonesia
/in Program Berjalan /by AdminUraian
Selama periode 2020 hingga Packard Foundation telah memberikan dukungan bagi CSO dan pemimpin dari masyarakat sipil dengan menyelenggarakan serangkaian kegiatan peningkatan kapasitas bagi mitra CSO Packard yang diselenggarakan berdasarkan kebutuhan peningkatan kapasitas tematik yang spesifik. Melalui program ini Packard Foundation bekerja sama dengan Yayasan Penabulu untuk melanjutkan fungsi pusat efektivitas organisasi yang akan mengelola dan memfasilitasi layanan dan dukungan dari penyedia layanan sesuai dengan kebutuhan mitra CSO Packard.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan efektivitas serta keberlanjutan mitra CSO Packard di Indonesia dalam mencapai visi dan misi organisasi mereka masing-masing di tengah situasi ruang sipil yang semakin sempit yang saat ini dihadapi, melalui pengembangan platform peningkatan kapasitas yang responsif dan adaptif serta menghubungkannya dengan inisiatif-inisiatif lain yang relevan.
Program ini akan memberikan layanan peningkatan kapasitas dengan memberikan pengetahuan dan keterampilan yang mencakup berbagai aspek dasar manajemen organisasi, termasuk: siklus manajemen proyek, perencanaan strategis, manajemen keuangan nirlaba, manajemen SDM, pengorganisasian komunitas, penelitian tindakan partisipatif, advokasi kebijakan publik, dan lain sebagainya. Peningkatan kapasitas tematis juga diberikan sebagai upaya untuk memperkuat pengetahuan dan keterampilan yang lebih lanjut bagi mitra CSO, yang mungkin mencakup aspek kampanye publik, komunikasi strategis, manajemen data dan keamanan, penghimpunan sumber daya, kepemimpinan, dan sebagainya. Dalam program ini juga akan terus memberikan perhatian khusus pada tema Kesejahteraan, dengan mengalokasikan sumber daya untuk webinar, pelatihan online, dan sesi konseling, sebab meskipun pandemi Covid-19 telah berlalu, tekanan kerja di CSO tetap tinggi dan dapat memengaruhi kesehatan mental dan emosional staf mitra CSO.
Pendukung Program
Program ini didukung oleh The David and Packard Foundation, periode program 12 Oktober 2023 – 30 April 2025 dengan total dukungan dana sebesar USD. 250.000.
The Indonesia And Asean Field Support Services Project (FSSP) Local Development Initiatives (LDI)
/in Program Berjalan /by AdminUraian
Pada tahun 2021, Indonesia mengalami peningkatan signifikan dalam kasus kekerasan berbasis gender. Berdasarkan laporan dari Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), jumlah kasus kekerasan berbasis gender meningkat sebesar 50%, mencapai total 338.496 kasus, dibandingkan dengan 226.062 kasus pada tahun 2020. Laporan ini menyoroti lonjakan 80% dalam kasus kekerasan berbasis gender yang dilaporkan secara umum, termasuk peningkatan 52% dalam kasus yang dicatat oleh pengadilan agama.
Sementara itu, Kabupaten Kepulauan Mentawai, yang terletak di Provinsi Sumatera Barat, juga menghadapi tantangan serupa. Menurut “Buku Profil Perempuan dan Anak Kabupaten Kepulauan Mentawai” yang diterbitkan oleh pemerintah daerah setempat, terdapat total 17 kasus kekerasan terhadap perempuan selama tahun 2021, terutama yang menimpa anak-anak berusia kurang dari 18 tahun. Namun, statistik ini diduga tidak mencakup kasus-kasus yang tidak dilaporkan karena terbatasnya kesadaran masyarakat tentang kekerasan berbasis gender.
Faktor-faktor yang menyebabkan peningkatan kekerasan berbasis gender termasuk kapasitas pemerintah daerah yang tidak memadai, norma-norma sosial budaya yang mendukung ketidaksetaraan gender, serta hambatan geografis yang mempersulit penanganan kasus. Upaya-upaya pemerintah daerah, seperti pembentukan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) dan penggunaan aplikasi digital SILAPAK, terganggu oleh keterbatasan pengetahuan dan kapasitas di antara pejabat pemerintah daerah dan relawan. Norma patriarki yang dominan di Kepulauan Mentawai memberikan kekuasaan utama kepada laki-laki, mempengaruhi dominasi mereka dalam berbagai aspek kehidupan termasuk kepemimpinan politik dan peran dalam rumah tangga. Geografis Kepulauan Mentawai juga menambah kerumitan dalam memberikan bantuan dan dukungan kepada korban kekerasan berbasis gender di berbagai pulau utama.
Tujuan dari proyek ini adalah untuk mengurangi kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan di Kabupaten Kepulauan Mentawai dengan hasil sebagai berikut:
- Meningkatkan akses perempuan dan anak terhadap layanan multi-sektoral yang penting, aman, dan memadai untuk memerangi kekerasan terhadap mereka;
- Menetapkan kebijakan, peraturan, dan langkah-langkah penegakan hukum yang diperlukan untuk melindungi perempuan dan anak dari kekerasan di tingkat desa;
- Memperkuat kapasitas 100 Relawan SAPA (Sahabat Perempuan dan Anak) di tiga desa untuk bertindak sebagai agen perubahan dalam mengimplementasikan model DRPPA di Kabupaten Kepulauan Mentawai dan
- Merumuskan pelibatan masyarakat mekanisme dalam kelompok perempuan dan pemuda untuk memberikan bantuan kepada korban kekerasan.
Pendukung Program
Program ini didukung oleh Global Affairs Canada, periode program 20 September 2023 – 01 Agustus 2024 dengan total dukungan dana sebesar IDR. 457,902,500,- lokasi kerja , Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat
Proyek Kepemimpinan dan Penguatan Perempuan dan Kelompok Rentan dalam Transisi Transformatif dan Energi Berkeadilan di Indonesia (WE for JET Indonesia)
/in Program Berjalan /by AdminUraian
Ancaman krisis energi menghantui keberlangsungan pembangunan ekonomi baik skala global maupun di Indonesia, sumber daya energi fosil, seperti minyak bumi, gas alam, dan batu bara yang selama ini menjadi andalan dalam memenuhi kebutuhan energi di Indonesia memiliki stok yang terbatas. Pada sebuah kesempatan Menteri Energi dan Sumber Daya menyebutkan, jika konsumsi energi sebesar saat ini dan terus meningkat maka cadangan energi di Indonesia dari bahan bakar fosil akan habis dalam 15 tahun ke depan. Disisi lain, Indonesia memiliki potensi energi baru dan terbarukan yang cukup besar, Menurut International Renewable Energy Agency (IRENA), diperkirakan total potensi energi terbarukan di Indonesia mencapai 3.692 gigawatt (GW). Sementara itu menurut Indonesia Energy Outlook 2019 menyebutkan Total potensi energi terbarukan ekuivalen 442 GW digunakan untuk pembangkit listrik, sedangkan BBN dan Biogas sebesar 200 ribu Bph digunakan untuk keperluan bahan bakar pada sektor transportasi, rumah tangga, komersial dan industri. Pemanfaatan EBT untuk pembangkit listrik tahun 2018 sebesar 8,8 GW atau 14% dari total kapasitas pembangkit listrik (fosil dan non fosil) yaitu sebesar 64,5 GW.
Pemerintah telah menetapkan kebijakan bauran energi di Indonesia untuk mendorong akselerasi pemanfaatan Energi Baru dan terbarukan. Melalui Peraturan Pemerintah No. 79 Tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional, target bauran energi baru dan terbarukan pada tahun 2025 paling sedikit 23% dan 31% pada tahun 2050. Selain itu, pemerintah juga mengeluarkan No. 112 Tahun 2022 tentang Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik dalam mempercepat transisi energi bersih melalui menghentikan operasi PLTU batu bara pada 2030.
Namun transisi energi yang dilakukan dihadapkan pada tantangan terhadap akses energi bersih yang murah, terjangkau dan andal khususnya bagi kelompok perempuan dan masyarakat rentan lainnya. Pengarusutamaan Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI) perlu didorong dalam kerangka regulasi yang memadai agar transisi energi tidak menimbulkan dampak negatif bagi perempuan, anak, dan kelompok rentan lainnya.
Melalui Proyek Indonesia Transformative and Just Energy Transition (I-JET), Sebuah inisiatif project yang mendorong keterlibatan kelompok perempuan, disabilitas dan kelompok rentan lainnya dalam transisi energi berkeadilan di Indonesia. Tujuannya adalah pada tahun 2028, perempuan dan penyandang disabilitas mendapatkan manfaat dan memimpin transisi energi yang adil dan transformatif. Proyek ini mendorong proses JET di Indonesia untuk memenuhi kepentingan dan kebutuhan perempuan dan anak perempuan, termasuk penyandang disabilitas dan kelompok sosial yang terpinggirkan, serta tidak berdampak negatif pada perempuan dan anak perempuan.
Hal ini akan dicapai melalui model kemitraan antara pemerintah, swasta dan masyarakat. CSO dan WRO yang akan memberikan dukungan kepada masyarakat untuk terlibat dan berpartisipasi secara bermakna dalam transisi energi di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Sementara sektor swasta akan didorong untuk menciptakan sistem pasar yang lebih baik dalam model bisnis transisi energi yang adil gender.
Pendukung Program
Program ini didukung oleh Oxfam, periode program 01 Juli 2023 – 30 Juni 2024 dengan total dukungan dana sebesar IDR. 1.220.026.697,-
Bersama Menuju Eliminasi dan Bebas dari TB_ BEBAS-TB
/in Program Berjalan /by AdminUraian
Dengan angka kejadian 354 per 100.000 pada tahun 2021, Indonesia berada di urutan ke-2 di antara negara-negara dengan beban TB yang tinggi. Hal ini karena Indonesia menghadapi tantangan berupa kurangnya koordinasi antara sistem kesehatan pemerintah dan swasta yang mengakibatkan banyak pasien yang tidak terdeteksi, lemahnya penemuan kasus aktif, rendahnya kualitas layanan kesehatan primer (Puskesmas), kurangnya integrasi layanan TB, serta terbatasnya partisipasi masyarakat dalam pengendalian dan pencegahan TB. Untuk mengatasi tantangan kronis ini – yang tidak hanya mempengaruhi program TB – Pemerintah Indonesia menyadari bahwa diperlukan pendekatan integrasi sistem layanan kesehatan yang lebih holistik, yang berfokus pada desentralisasi dan ketahanan.
BEBAS-TB hadir berupaya untuk mengatasi situasi tersebut dengan pendekatan yang dirancang mengatasi kesenjangan kritis dalam program TB di Indonesia, menyelaraskan seluruh sistem layanan kesehatan – baik publik maupun swasta – untuk mencapai pencegahan dan layanan TB yang lebih terintegrasi, terkoordinasi, berkualitas, dan memberdayakan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam advokasi, implementasi, dan akuntabilitas. Proyek ini melibatkan penyedia layanan swasta, mengkatalisasi koordinasi dan kolaborasi yang bermakna dengan sistem kesehatan masyarakat, menargetkan populasi berisiko tinggi, menerapkan pendekatan yang berpusat pada pasien, dan memperkuat sistem puskesmas dan jejaring diagnostik TB sensitif obat (DS) dan TB resisten obat (DR) serta mendorong partisipasi masyarakat. Selain itu juga memperkuat Sistem Kesehatan yang Tangguh dan Berkelanjutan (Resilient and Sustainable Systems for Health) WHO dengan meneruskan Kerangka Akuntabilitas Multisektoral WHO untuk TB ke provinsi dan kabupaten/kota – dengan demikian akan tercipta sistem yang efektif dan saling terhubung untuk melibatkan aktor swasta, pemerintah, dan organisasi masyarakat sipil dalam merencanakan, menganggarkan, memobilisasi sumber daya, serta melakukan pemantauan dan evaluasi (M&E) untuk akuntabilitas di setiap tingkat.Adapun tujuan BEBAS-TB adalah membantu Pemerintah Indonesia dalam mengatasi epidemi TB dan mencapai target eliminasi TB pada tahun 2030.
Yayasan Penabulu merupakan salah satu anggota konsorsium BEBAS-TB yang focus pada Peningkatan kualitas pemberian layanan TB dan Partisipasi masyarakat dalam melaksanakan kegiatan pembangunan. Periode proyek adalah 5 tahun (2023-2028) dengan cakupan wilayah 4 provinsi, yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera Utara.
Pendukung Program
Program ini didukung oleh USAID, periode program adalah 11 Juli 2023 – 30 September 2023 dengan total dukungan dana sebesar USD. 36.749
Penguatan Kapasitas Mitra TARA
/in Program Berjalan /by AdminUraian
Tara Climate Foundation adalah yayasan filantropi yang dipimpin secara regional dengan visi masyarakat yang adil dan berkembang di Asia yang didukung oleh energi terbarukan, dengan misi mendukung beragam kelompok mitra untuk mempercepat transformasi energi Asia. Di Indonesia sendiri, Tara bekerja dan mendukung beragam organisasi masyarakat sipil yang memiliki tujuan yang sejalan dengan visi dan misi Tara melalui penyaluran dana hibah.
Sejalan dengan periode hibah, didapati temuan adanya ketidak-siapan organisasi penerima hibah dalam merespons dukungan dari Tara, baik pada sistem pengelolaan program, keterampilan merencanakan program dengan jangkauan luas dan mendalam, serta pengelolaan dana program yang efektif dan efisien dan tetap akuntabel.
Sejalan dengan visi Yayasan Penabulu; Masyarakat Sipil Indonesia yang Berdaya, kami mendedikasikan usulan program Penguatan Kapasitas Mitra TARA dalam rangkaian kegiatan yang didesain untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan program dan kapasitas pengelolaan keuangan bagi organisasi-organisasi mitra TARA terutama organisasi yang menjadi pemimpin konsorsium.
Program ini ditujukan untuk meningkatkan kondisi pemungkin bagi aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim berbasis transformasi energi; melalui peningkatan kapasitas organisasi dalam mengelola program dan keuangan. Dengan indikator capaian adalah; adanya tingkat pencapaian yang baik dari tujuan proyek masing-masing konsorsium yang sesuai dengan rencana program dan keuangan proyek yang telah disepakati antara organisasi mitra pelaksana dengan TARA.
Pendukung Program
Program ini didukung oleh Tara Climate Foundation berdasarkan Grant # G-2303-00227, periode 01 April 2023 – 31 Maret 2024 dengan total dukungan dana sebesar USD. 50.000.
Interesting links
Here are some interesting links for you! Enjoy your stay :)Pages
Categories
Archive
- Agustus 2024
- April 2024
- Februari 2024
- Agustus 2023
- Juli 2023
- Maret 2023
- Februari 2023
- Januari 2023
- Desember 2022
- Mei 2022
- Januari 2022
- Desember 2021
- September 2021
- Agustus 2021
- April 2021
- Maret 2021
- Februari 2021
- Januari 2021
- Desember 2020
- November 2020
- Oktober 2020
- September 2020
- Agustus 2020
- Juli 2020
- Maret 2020
- Februari 2020
- Januari 2020
- Desember 2019
- November 2019
- September 2019
- Agustus 2019
- Juli 2019
- Juni 2019
- Mei 2019
- Maret 2019
- Januari 2019
- November 2018
- Juli 2018
- Maret 2017
- Januari 2017
- September 2016
- Agustus 2015
