PRESS RELEASE – BPDLH Gelar Lokakarya Penerapan GEDSI dalam Safeguard Pendanaan Iklim

Jakarta, 9 April 2026, Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) bersama Yayasan Penabulu menyelenggarakan Lokakarya Penguatan Penerapan Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI) dalam Safeguard Pendanaan Iklim pada 7–9 April 2026 di Jakarta. Kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta dari berbagai daerah dan lembaga mitra, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, serta organisasi masyarakat sipil. Lokakarya ini didukung oleh Program KINETIK dan Yayasan Penabulu.
Lokakarya ini juga mendapat dukungan dari Program KINETIK yang mendorong integrasi prinsip inklusi dalam aksi iklim. “Kinetik Hub hadir dengan dukungan Pemerintah Australia yang meyakini bahwa transisi energi serta aksi yang adil hanya bisa terjadi jika prinsip inklusi diterapkan,” ujar Patricia Bahtiar, GEDSI Specialist dari Kinetik Hub.
Lokakarya ini bertujuan memperkuat kapasitas Mitra BPDLH dalam mengintegrasikan prinsip GEDSI dalam safeguard seluruh siklus pendanaan iklim. Hal ini sejalan dengan mandat BPDLH sebagai pengelola dana lingkungan hidup yang menempatkan tata kelola inklusif dan berkelanjutan sebagai fondasi utama.
Direktur Utama BPDLH menegaskan bahwa penerapan GEDSI bukan sekadar komitmen normatif/administratif, melainkan strategi efektif untuk memastikan pendanaan iklim memberikan manfaat yang adil bagi semua kelompok, termasuk perempuan, penyandang disabilitas, masyarakat adat, dan kelompok rentan lainnya. Kerangka ini telah diinstitusionalisasikan melalui Environmental and Social Management System (ESMS) berdasarkan Peraturan Direktur Utama BPDLH Nomor PER-4/BPDLH/2023, serta diperkuat dengan Integrated Safeguard Policy (ISP), khususnya ISP #12 tentang GEDSI.
Selama tiga hari, peserta mengikuti rangkaian sesi interaktif berupa diskusi panel, studi kasus, simulasi, dan refleksi bersama. Narasumber berasal dari akademisi, praktisi GEDSI, perwakilan sektor swasta, serta lembaga internasional. Kegiatan ini menghasilkan komitmen bersama Mitra BPDLH untuk menyusun rencana tindak lanjut penerapan GEDSI dalam program pendanaan iklim.
“Penting bagi kita untuk bersama-sama, terkhususnya memperjuangkan kawan-kawan perempuan, difabel, dan kelompok rentan lainnya, sehingga tercipta keadilan dan kesetaraan,” ujar Budi Susilo, Direktur Operasional Yayasan Penabulu.
“GEDSI dalam BPDLH menjadi prinsip utama yang penting dalam BPDLH, diharapkan kegiatan ini menjadi penguatan kapasitas Mitra BPDLH dalam penerapan GEDSI dalam safeguard,” ujar Dr. Joko Tri Haryanto selaku Direktur Utama BPDLH.
Lokakarya ini menjadi bagian dari komitmen dan roadmap BPDLH dalam memperkuat safeguard pendanaan iklim yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.
BPDLH – KINETIK – Yayasan Penabulu










